WONOSOBO, TeropongJateng.id – Seorang bayi laki-laki yang lahir di Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik setelah diberi nama Muhammad MBG Subianto. Nama tersebut ramai diperbincangkan di media sosial karena dinilai tidak lazim dan dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bayi itu lahir pada Jumat, 10 Juli 2026, sebagai anak ketiga pasangan Yuharni (41) dan Ambon Yassin. Di balik nama yang menjadi sorotan, orang tuanya menyimpan kisah tentang perubahan kondisi ekonomi keluarga yang mereka rasakan sejak Program Makan Bergizi Gratis mulai berjalan.
Yuharni mengatakan, penyematan nama “MBG Subianto” bukan dimaksudkan untuk menarik perhatian publik. Nama tersebut dipilih sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghargaan terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Yuharni, kehidupannya mulai berubah setelah diterima bekerja sebagai staf bagian ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Sapuran sejak 25 Agustus 2025. Pekerjaan itu, kata dia, memberikan penghasilan tetap yang membantu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
“Saya sangat menyukai Program Makan Bergizi Gratis karena merasakan langsung bagaimana kehidupan kami berubah setelah bekerja di SPPG,” kata Yuharni.
Ia menilai Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga menghadirkan peluang kerja bagi warga di sekitar lokasi pelayanan. Keberadaan SPPG di Kecamatan Sapuran, menurut dia, telah menyerap tenaga kerja lokal, termasuk ibu rumah tangga yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan tetap.
“Program ini benar-benar memberikan kesempatan kerja nyata bagi masyarakat yang sebelumnya menganggur atau belum memiliki pekerjaan tetap,” ujarnya.
Atas pengalaman tersebut, Yuharni dan suaminya sepakat menyematkan unsur “MBG” dan “Subianto” pada nama putra mereka. Mereka berharap nama itu menjadi pengingat atas perubahan yang pernah dialami keluarga sekaligus menjadi doa agar sang anak tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Nama Muhammad MBG Subianto kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Terlepas dari perdebatan yang muncul, kisah itu memperlihatkan bagaimana sebuah kebijakan publik dapat dimaknai secara personal oleh warga yang merasa memperoleh manfaat langsung dari pelaksanaannya.
