Semarang, TeropongJateng.id – Timnas Spanyol resmi menjadi kampiun Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) pagi WIB. Gol tunggal Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu memastikan La Furia Roja kembali mengangkat trofi paling bergengsi di sepak bola dunia.
Laga final berlangsung sengit sejak menit awal. Spanyol tampil dominan dengan penguasaan bola yang lebih baik dan terus menekan lini pertahanan Argentina. Berbagai peluang berhasil diciptakan, namun penampilan gemilang Emiliano Martinez membuat gawang Albiceleste tetap aman sepanjang 90 menit waktu normal.
Sebaliknya, Argentina kesulitan mengembangkan permainan. Lionel Messi dan rekan-rekannya dibuat frustrasi oleh disiplin lini belakang Spanyol hingga nyaris tak mampu menciptakan peluang berbahaya.
Memasuki babak tambahan waktu, Spanyol langsung meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-93, sundulan Nico Williams masih mampu ditepis Emiliano Martinez. Tiga menit kemudian, Nico sempat mencetak gol memanfaatkan kemelut di depan gawang. Namun, wasit Slavko Vincic menganulir gol tersebut setelah VAR menyatakan Mikel Merino lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap Nicolas Otamendi.
Spanyol tak mengendurkan tekanan. Setelah peluang Mikel Merino pada menit ke-103 masih melebar tipis, gol yang dinanti akhirnya tercipta pada menit ke-106.
Berawal dari umpan silang Pedro Porro ke tiang jauh, Nico Williams menyundul bola ke arah Ferran Torres yang berdiri tanpa kawalan. Penyerang berusia 26 tahun itu langsung melepaskan tendangan keras yang tak mampu dihentikan Emiliano Martinez. Gol tersebut menjadi pembeda sekaligus memastikan keunggulan Spanyol.
Ferran Torres kembali menjebol gawang Argentina pada menit ke-113. Namun, wasit menganulir gol itu karena sang penyerang lebih dahulu berada dalam posisi offside.
Di sisa pertandingan, Argentina berusaha bangkit. Peluang terbaik hadir melalui Giuliano Simeone, tetapi tendangannya melambung di atas mistar gawang. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Spanyol.
Keberhasilan ini mengantar Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah setelah terakhir kali menjadi juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan. Prestasi tersebut sekaligus menegaskan kebangkitan La Furia Roja sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia setelah tampil konsisten sepanjang turnamen.
Sementara bagi Argentina, kekalahan ini mengakhiri ambisi mempertahankan gelar juara dunia. Meski diperkuat Lionel Messi dan sejumlah pemain bintang, Albiceleste gagal menembus rapatnya pertahanan Spanyol pada laga puncak.
Kemenangan di New Jersey menjadi penutup sempurna perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026. Disiplin bertahan, dominasi permainan, dan penyelesaian akhir Ferran Torres menjadi kunci keberhasilan La Furia Roja kembali berdiri di puncak sepak bola dunia.
