MAGELANG, TeropongJateng.id – Sebanyak 211 anak dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti Pekan Unggul Seni, Pidato, dan Talenta (PUSPITA) di Gedung Wanita Kota Magelang, Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan yang digelar Inspektorat Daerah Kota Magelang bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMP4KB) serta Forum Anak Obor Masyarakat (OBAMA) itu menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada anak sejak usia dini.
Melalui lomba seni, menggambar, melukis, hingga pidato, pemerintah kota berupaya memperkenalkan nilai integritas dengan cara yang dekat dengan dunia anak. Pendekatan kreatif tersebut diharapkan mampu membentuk karakter yang menjunjung tinggi kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab sebagai bekal kehidupan di masa depan.
Sebanyak 37 peserta mengikuti lomba mewarnai tingkat taman kanak-kanak, 69 peserta lomba menggambar tingkat SD, 63 peserta lomba menggambar tingkat SMP, 25 peserta lomba melukis mini canvas tingkat SMP, serta 17 peserta mengikuti lomba sesorah atau pidato tingkat SMA.
Pelaksana Harian Inspektur Daerah Kota Magelang, Indah Sri Palupi, mengatakan PUSPITA bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana pendidikan karakter bagi anak-anak.
“Melalui lomba ini, anak-anak diajak mengenal nilai-nilai integritas seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari agar mereka tumbuh menjadi generasi yang mampu berkontribusi bagi bangsa,” kata Indah.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan bahwa kejujuran merupakan fondasi utama dalam membangun karakter manusia. Menurut dia, nilai tersebut harus terus ditanamkan melalui pendidikan dan berbagai aktivitas yang melibatkan anak-anak.
“Akar kejujuran adalah fondasi utama. Jujur memerlukan edukasi dan literasi. Kejujuran adalah modal dasar manusia agar menjadi pribadi yang paripurna. Jangan takut akan masa depan, takutlah jika kita tidak memiliki kejujuran,” ujar Damar.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dengan ragam kompetisi yang lebih luas. Menurut Damar, perlombaan menjadi ruang bagi anak untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun semangat berprestasi dan karakter positif.
Pemerintah Kota Magelang juga mendorong Dinas Pendidikan agar terus menghadirkan berbagai wadah pengembangan bakat bagi anak. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki integritas sebagai modal menghadapi tantangan di masa depan.
