Close Menu
Teropongjateng.id
    What's Hot

    Mengenal Mahanni Yulindha Pratiwi, Pengusaha yang Kini Memimpin Klaten

    19 Oktober 2026

    Piala Sedulur Purworejo Mempertemukan 40 Paguyuban Warga di Jabodetabek

    26 September 2026

    Kisah Astrid Widayani, Perempuan di Balik Perjalanan Kepemimpinan Surakarta

    16 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropongjateng.id
    Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Threads
    • Home
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • UMKM
    • SOSOK
    Subscribe
    Teropongjateng.id
    Home»Nasional»Festival Lima Gunung XXV Hadirkan 1.274 Seniman di Lereng Merbabu
    Nasional

    Festival Lima Gunung XXV Hadirkan 1.274 Seniman di Lereng Merbabu

    RedaksiBy Redaksi14 Juli 2026Updated:14 Agustus 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Share Facebook Bluesky Threads Pinterest Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Bluesky Pinterest Threads Email Copy Link

    MAGELANG, TeropongJateng.id -Festival Lima Gunung (FLG) XXV resmi dibuka di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jumat, 10 Juli 2026. Festival seni berbasis komunitas yang berlangsung hingga Minggu, 12 Juli 2026, itu menghadirkan 85 kelompok kesenian dengan total 1.274 seniman dari berbagai daerah.

    Pembukaan festival diawali dengan kirab budaya dan penanaman pohon di kawasan desa sebagai simbol pelestarian lingkungan yang menjadi bagian dari semangat Festival Lima Gunung.

    Ketua Panitia FLG XXV, Sujono, mengatakan penyelenggaraan tahun ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan 25 tahun festival. Menurut dia, perhelatan kali ini juga menjadi ajang mengenang awal penyelenggaraan Festival Lima Gunung yang pertama kali digelar di Dusun Warangan.

    “Seperti pesta perak, festival tahun ini terasa istimewa karena berlangsung tanpa jeda dari tahun ke tahun,” kata Sujono.

    Festival tahun ini mengusung tema “Mari Goblok Bareng”, sebuah ajakan untuk membuka ruang belajar bersama, meninggalkan sikap merasa paling tahu, serta merayakan proses berkesenian secara egaliter.

    Sujono mengatakan seluruh penyelenggaraan festival bertumpu pada gotong royong masyarakat Dusun Muneng Warangan. Selama sekitar satu bulan, warga bersama panitia membangun panggung dan instalasi menggunakan material alami yang tersedia di sekitar desa, seperti blarak, batang jagung, batang cabai, hingga pohon salak.

    Selain itu, warga juga membuka rumah mereka sebagai tempat menginap bagi tamu dan kelompok kesenian yang datang dari luar daerah.

    Sekretaris Panitia FLG XXV, Endah, mengatakan sebanyak 21 kelompok seni dijadwalkan tampil pada hari pertama. Sejumlah penampil berasal dari Magelang, Salatiga, Sukoharjo, hingga Yogyakarta, di antaranya Topeng Ireng Mekar Semboja, Jalmo Giras, Gundala Art Dance, Sanggar Tari Brahmastra, Bengkel Seni Universitas Tidar, dan Kyai Kanjeng.

    Menurut Endah, panitia membatasi jumlah peserta menjadi 85 kelompok karena keterbatasan waktu. Setiap kelompok memperoleh alokasi pentas selama 15 menit.

    “Dari sekian banyak yang mendaftar, hanya 85 kelompok yang dapat tampil. Banyak yang belum bisa kami akomodasi. Mudah-mudahan tahun depan kesempatan tampil bisa lebih banyak,” ujarnya.

    Tokoh seni Warangan, Teguh, mengatakan antusiasme masyarakat menjadi kekuatan utama penyelenggaraan festival. Warga secara sukarela menyiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari panggung, instalasi seni, logistik, hingga mendukung kelancaran pelaksanaan acara.

    Ia menambahkan penyelenggaraan tahun ini juga dipersiapkan lebih matang. Panitia telah berkoordinasi dengan pihak terkait serta menyiapkan dukungan layanan kesehatan untuk pengunjung dan peserta.

    Festival Lima Gunung merupakan agenda budaya tahunan yang digagas komunitas seniman tani di kawasan lereng Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh. Selama lebih dari dua dekade, festival ini dikenal sebagai ruang ekspresi seni berbasis masyarakat yang diselenggarakan secara mandiri dengan semangat gotong royong.

    Share. Facebook Pinterest Telegram Bluesky Threads Email Copy Link
    Previous ArticlePemkab Cilacap Gelar Tirakatan dan Jamasan Pusaka, Upaya Lestarikan Warisan Budaya
    Next Article Jadwal Piala Dunia 2026 Rabu 15 Juli: Prancis vs Spanyol Berebut Tiket Final
    Redaksi
    • Website
    • Instagram

    Related Posts

    Piala Sedulur Purworejo Mempertemukan 40 Paguyuban Warga di Jabodetabek

    26 September 2026

    Eks Bupati Kebumen Arief Sugiyanto Diamankan KPK dalam OTT BPN Bogor

    15 September 2026

    Ziarah ke Makam Pangeran Diponegoro, Kodam IV/Diponegoro Teguhkan Nilai Perjuangan

    15 September 2026

    Jateng Perkuat Perlindungan Lahan Sawah untuk Jaga Ketahanan Pangan

    15 September 2026

    Piala Sedulur Purworejo 2026, Cara Warga Purworejo di Perantauan Merawat Persaudaraan

    7 September 2026

    Jateng Kaltim Sepakati Kerja Sama Bernilai Rp20,2 Triliun, Fokus pada Pangan hingga Dukungan IKN

    6 Agustus 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • Pinterest
    Top Posts

    Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Jadi Perbincangan, Orang Tua Sebut Terinspirasi Program Makan Bergizi Gratis

    14 Juli 20266 Views

    10 Ribu Kafilah Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Semarang

    15 September 20265 Views

    Piala Sedulur Purworejo Mempertemukan 40 Paguyuban Warga di Jabodetabek

    26 September 20264 Views

    Piala Sedulur Purworejo 2026, Cara Warga Purworejo di Perantauan Merawat Persaudaraan

    7 September 20264 Views
    Don't Miss

    Mengenal Mahanni Yulindha Pratiwi, Pengusaha yang Kini Memimpin Klaten

    By Redaksi19 Oktober 20260

    Klaten, TeropongJateng.id – Pengalaman membangun usaha dan keterlibatan dalam organisasi politik menjadi bagian dari perjalanan…

    Piala Sedulur Purworejo Mempertemukan 40 Paguyuban Warga di Jabodetabek

    26 September 2026

    Kisah Astrid Widayani, Perempuan di Balik Perjalanan Kepemimpinan Surakarta

    16 September 2026

    Dari DPR RI ke Kursi Bupati, Ini Profil Paramitha Widya Kusuma

    16 September 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Top Posts

    Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Jadi Perbincangan, Orang Tua Sebut Terinspirasi Program Makan Bergizi Gratis

    14 Juli 20266 Views

    10 Ribu Kafilah Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Semarang

    15 September 20265 Views

    Piala Sedulur Purworejo Mempertemukan 40 Paguyuban Warga di Jabodetabek

    26 September 20264 Views
    Don't Miss

    Mengenal Mahanni Yulindha Pratiwi, Pengusaha yang Kini Memimpin Klaten

    By Redaksi19 Oktober 20260

    Klaten, TeropongJateng.id – Pengalaman membangun usaha dan keterlibatan dalam organisasi politik menjadi bagian dari perjalanan…

    Piala Sedulur Purworejo Mempertemukan 40 Paguyuban Warga di Jabodetabek

    26 September 2026

    Kisah Astrid Widayani, Perempuan di Balik Perjalanan Kepemimpinan Surakarta

    16 September 2026

    Dari DPR RI ke Kursi Bupati, Ini Profil Paramitha Widya Kusuma

    16 September 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Top Trending
    Pilihan Redaksi

    Mengenal Mahanni Yulindha Pratiwi, Pengusaha yang Kini Memimpin Klaten

    19 Oktober 2026

    Piala Sedulur Purworejo Mempertemukan 40 Paguyuban Warga di Jabodetabek

    26 September 2026

    Kisah Astrid Widayani, Perempuan di Balik Perjalanan Kepemimpinan Surakarta

    16 September 2026

    Subscribe to Updates

    adminteropongjateng@gmail.com

    © 2023 Teropongateng.id | PT Arunika Media Nusantara
    • Tentang
    • Kontak
    • Redaksi

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.