CILACAP, TeropongJateng.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus diprioritaskan menyasar desa-desa terpencil yang masih menghadapi keterbatasan akses. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar menjadi kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Arahan itu disampaikan Taj Yasin saat memimpin Upacara Pembukaan TMMD Reguler ke-129 dan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Desa Bingkeng, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Rabu, 15 Juli 2026. Program tersebut digelar serentak di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah hingga 13 Agustus 2026.
Taj Yasin mengatakan, lokasi TMMD dipilih berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, terutama kawasan yang masih terisolasi dan memiliki akses transportasi terbatas. Infrastruktur yang dibangun, kata dia, bukan sekadar mempermudah mobilitas, tetapi juga membuka jalur distribusi hasil pertanian dan menggerakkan aktivitas ekonomi warga.
“TMMD kita laksanakan di daerah-daerah yang memang masih membutuhkan. Jalan yang dibangun merupakan jalan ekonomi bagi masyarakat, khususnya para petani,” ujar Taj Yasin.
Ia menegaskan, kehadiran TMMD mencerminkan sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa. Menurutnya, pembangunan harus dapat dirasakan hingga ke pelosok sebagai wujud nyata kehadiran negara.
Pelaksanaan TMMD tahun ini juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. “Harapannya, masyarakat benar-benar merasakan makna kemerdekaan melalui pembangunan yang nyata,” katanya.
Dalam amanatnya, Taj Yasin menyebut TMMD telah menjadi simbol kemanunggalan TNI dan rakyat selama lebih dari 40 tahun. Program tersebut dinilai berhasil memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun kawasan pedesaan, wilayah tertinggal, hingga daerah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung pelaksanaan TMMD 2026 dengan alokasi anggaran sebesar Rp33,2 miliar. Dukungan itu diarahkan untuk mempercepat pembangunan fisik sekaligus menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Selain pembangunan jalan, jembatan, dan irigasi, pemerintah juga mengintegrasikan sejumlah program prioritas, seperti penguatan ketahanan pangan, pertanian terpadu, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), penyediaan air bersih dan sanitasi, percepatan penurunan stunting, penguatan layanan posyandu, penghijauan, hingga rehabilitasi tempat ibadah.
Taj Yasin menilai pembangunan desa tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur. Karena itu, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat ketahanan keluarga.
“Kita tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun mental masyarakat. Ketahanan keluarga harus diperkuat,” ujarnya.
Komandan Kodim 0703/Cilacap Letkol Inf Aryudha Sakti mengatakan Desa Bingkeng dipilih sebagai lokasi TMMD karena selama ini masyarakat membutuhkan akses jalan yang lebih memadai untuk menunjang mobilitas dan kegiatan ekonomi.
Melalui program tersebut akan dibangun jalan sepanjang 800 meter dengan lebar empat meter, talud sepanjang 120 meter, serta satu unit jembatan yang menghubungkan jalur ekonomi warga. Selain itu, dua unit rumah tidak layak huni akan direhabilitasi melalui dukungan CSR Baznas dan dilakukan penanaman 1.000 pohon.
TMMD di Desa Bingkeng juga diisi berbagai kegiatan nonfisik, antara lain pelayanan kesehatan, pengobatan gratis, pelayanan keluarga berencana, pembuatan dokumen kependudukan, penyuluhan bela negara, pencegahan stunting dan pernikahan dini, pelatihan kewirausahaan, tata boga, hingga budidaya ikan.
Aryudha mengatakan antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan TMMD cukup tinggi. Bahkan sebelum pembukaan resmi, warga bersama personel TNI telah bergotong royong memulai sejumlah pekerjaan sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan desa.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyerahkan Bantuan Keuangan Sarana dan Prasarana Pedesaan kepada Pemerintah Kabupaten Cilacap sebesar Rp22,731 miliar untuk 215 titik kegiatan. Pemprov juga menyalurkan Bantuan Keuangan TMMD sebesar Rp984 juta untuk empat tahap pelaksanaan TMMD di Kabupaten Cilacap, serta Bantuan Keuangan Pemerintah Desa senilai Rp5,14 miliar guna mendukung rehabilitasi rumah tidak layak huni.
Dengan kombinasi pembangunan infrastruktur dan program pemberdayaan masyarakat, TMMD diharapkan tidak hanya membuka akses wilayah terpencil, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi desa serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
