Close Menu
Teropongjateng.id
    What's Hot

    Keterbukaan Informasi Purbalingga Diuji, 85 Desa Belum Memiliki Website

    4 November 2026

    Panen Padi Saat Kemarau, Blora Perkuat Posisi sebagai Lumbung Pangan Jawa Tengah

    4 November 2026

    Tak Hanya Borobudur, 6 Kafe di Magelang Ini Tawarkan Pengalaman Wisata Berbeda

    4 November 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropongjateng.id
    Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Threads
    • Home
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • UMKM
    • SOSOK
    Subscribe
    Teropongjateng.id
    Beranda » Panen Padi Saat Kemarau, Blora Perkuat Posisi sebagai Lumbung Pangan Jawa Tengah
    Daerah

    Panen Padi Saat Kemarau, Blora Perkuat Posisi sebagai Lumbung Pangan Jawa Tengah

    RedaksiBy Redaksi4 November 2026Updated:4 November 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Share Facebook Bluesky Threads Pinterest Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Bluesky Pinterest Threads Email Copy Link

    Blora, TeropongJateng.id – Musim kemarau tidak selalu menjadi penghalang bagi produktivitas pertanian. Kabupaten Blora, Jawa Tengah, membuktikan hal tersebut melalui panen padi di sejumlah wilayah yang sekaligus menjadi momentum pengembangan pertanian organik dan penerapan teknologi untuk meningkatkan hasil produksi.

    Komitmen memperkuat ketahanan pangan tersebut ditunjukkan Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, saat menghadiri panen padi di Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, dan Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Selasa (3/11/2026).

    Kedua lokasi tersebut memiliki pendekatan pertanian berbeda. Di Desa Gondel, panen dilakukan terhadap padi organik hasil pembinaan Trubus dan Exxon. Sementara di Desa Sumber, petani mengembangkan metode pertanian dengan memanfaatkan teknologi pupuk pembenah tanah Gemburin dari PT Chemstar Agro Indonesia.

    Menurut Arief, pengembangan sektor pertanian perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga penciptaan nilai tambah agar berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

    Pertanian Organik Buka Peluang Pasar Premium

    Di Desa Gondel, pengembangan pertanian organik melibatkan sekitar 108 petani dengan luas lahan mencapai 6,6 hektare. Beras organik yang dihasilkan telah memiliki merek dagang Bestiw dan berpotensi memasuki pasar premium.

    Arief berharap produk tersebut dapat dipasarkan dengan harga minimal Rp20.000 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan harga beras biasa yang disebut berada di kisaran Rp13.000 per kilogram.

    “Kalau harga beras biasa sekitar Rp13.000 per kilogram, harapannya beras organik ini bisa dipasarkan minimal Rp20.000 per kilogram. Dengan begitu, ada nilai tambah dan pembeda dibandingkan beras pada umumnya,” ujar Arief.

    Namun, pengembangan produk organik masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan peralatan pengolahan seperti mesin penggiling, oven, dan vakum. Karena itu, dukungan pendampingan, pengujian kualitas, serta penguatan pemasaran dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk.

    Libatkan Perempuan dan Dorong Inovasi

    Program pertanian organik di Desa Gondel juga melibatkan kelompok perempuan. Selama sekitar enam bulan pendampingan, mereka mendapatkan keterampilan budidaya sayuran organik hingga pembuatan mikroorganisme lokal (MOL) berbahan nasi.

    Perwakilan kelompok petani perempuan, Unsiatun Noor, mengatakan pendampingan tersebut memberikan pengalaman baru bagi para peserta.

    “Sebelumnya kami belum memahami cara membuat MOL nasi. Melalui pendampingan program ini, kami diajari membuatnya sendiri dan alhamdulillah berhasil,” ungkapnya.

    Sementara itu, penerapan teknologi Gemburin di Desa Sumber akan ditindaklanjuti melalui kajian untuk mengukur dampaknya terhadap produktivitas, kualitas tanah, dan efisiensi biaya pertanian.

    Arief meminta penyuluh pertanian dan pihak terkait memberikan edukasi berkelanjutan agar petani dapat memahami manfaat teknologi tersebut sebelum menerapkannya secara lebih luas.

    Melalui pengembangan pertanian organik, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kapasitas petani, Pemerintah Kabupaten Blora berharap sektor pertanian semakin produktif dan berdaya saing.

    Langkah tersebut sekaligus memperkuat ambisi Blora untuk menjadi salah satu daerah penopang ketahanan pangan Jawa Tengah sekaligus berkontribusi bagi lumbung pangan nasional.

    Beras Organik Bestiw Bupati Blora Arief Rohman Inovasi Pertanian Kabupaten Blora Ketahanan Pangan Nasional Lumbung Pangan Jawa Tengah Panen Padi Blora Panen Padi Musim Kemarau Pemberdayaan Petani Perempuan Pertanian Berkelanjutan Pertanian Blora Pertanian Organik Petani Blora Produksi Padi Jawa Tengah Teknologi Pertanian
    Share. Facebook Pinterest Telegram Bluesky Threads Email Copy Link
    Previous ArticleTak Hanya Borobudur, 6 Kafe di Magelang Ini Tawarkan Pengalaman Wisata Berbeda
    Next Article Keterbukaan Informasi Purbalingga Diuji, 85 Desa Belum Memiliki Website
    Redaksi
    • Website
    • Instagram

    Related Posts

    Keterbukaan Informasi Purbalingga Diuji, 85 Desa Belum Memiliki Website

    4 November 2026

    Tak Hanya Borobudur, 6 Kafe di Magelang Ini Tawarkan Pengalaman Wisata Berbeda

    4 November 2026

    10 Ribu Kafilah Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Semarang

    15 September 2026

    9 Orang Positif Tes Urine dalam Razia BNN di 101 Biliard Tegal, Manajemen Bantah Ada Narkoba di Lokasi

    14 Agustus 2026

    Anggaran Rp32 Juta Upacara HUT RI ke-81 di Lebakbarang Disorot, Fasilitas Paskibra Jadi Perhatian

    14 Agustus 2026

    Kekeringan Meluas, 18.172 Warga Banjarnegara Terdampak

    11 Agustus 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • Pinterest
    Top Posts

    Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Jadi Perbincangan, Orang Tua Sebut Terinspirasi Program Makan Bergizi Gratis

    14 Juli 20266 Views

    10 Ribu Kafilah Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Semarang

    15 September 20265 Views

    Piala Sedulur Purworejo Mempertemukan 40 Paguyuban Warga di Jabodetabek

    26 September 20264 Views

    Piala Sedulur Purworejo 2026, Cara Warga Purworejo di Perantauan Merawat Persaudaraan

    7 September 20264 Views
    Don't Miss

    Keterbukaan Informasi Purbalingga Diuji, 85 Desa Belum Memiliki Website

    By Redaksi4 November 20260

    PURBALINGGA, TeorpongJateng.id  – Keterbukaan informasi publik tidak cukup berhenti di lingkungan pemerintah kabupaten. Pemerintah desa…

    Panen Padi Saat Kemarau, Blora Perkuat Posisi sebagai Lumbung Pangan Jawa Tengah

    4 November 2026

    Tak Hanya Borobudur, 6 Kafe di Magelang Ini Tawarkan Pengalaman Wisata Berbeda

    4 November 2026

    20.521 Posyandu di Jawa Tengah Terapkan Enam SPM, Sejauh Mana Dampaknya bagi Warga?

    2 November 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Top Posts

    Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Jadi Perbincangan, Orang Tua Sebut Terinspirasi Program Makan Bergizi Gratis

    14 Juli 20266 Views

    10 Ribu Kafilah Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Semarang

    15 September 20265 Views

    Piala Sedulur Purworejo Mempertemukan 40 Paguyuban Warga di Jabodetabek

    26 September 20264 Views
    Don't Miss

    Keterbukaan Informasi Purbalingga Diuji, 85 Desa Belum Memiliki Website

    By Redaksi4 November 20260

    PURBALINGGA, TeorpongJateng.id  – Keterbukaan informasi publik tidak cukup berhenti di lingkungan pemerintah kabupaten. Pemerintah desa…

    Panen Padi Saat Kemarau, Blora Perkuat Posisi sebagai Lumbung Pangan Jawa Tengah

    4 November 2026

    Tak Hanya Borobudur, 6 Kafe di Magelang Ini Tawarkan Pengalaman Wisata Berbeda

    4 November 2026

    20.521 Posyandu di Jawa Tengah Terapkan Enam SPM, Sejauh Mana Dampaknya bagi Warga?

    2 November 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Top Trending
    Pilihan Redaksi

    Keterbukaan Informasi Purbalingga Diuji, 85 Desa Belum Memiliki Website

    4 November 2026

    Panen Padi Saat Kemarau, Blora Perkuat Posisi sebagai Lumbung Pangan Jawa Tengah

    4 November 2026

    Tak Hanya Borobudur, 6 Kafe di Magelang Ini Tawarkan Pengalaman Wisata Berbeda

    4 November 2026

    Subscribe to Updates

    adminteropongjateng@gmail.com

    © 2023 Teropongateng.id | PT Arunika Media Nusantara
    • Tentang
    • Kontak
    • Redaksi

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.