Temanggung, Teropongjateng.id – Nama drg. Nadia Muna menjadi bagian dari wajah baru pemerintahan Kabupaten Temanggung. Perempuan kelahiran 19 April 1992 tersebut kini mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Temanggung periode 2025–2030, mendampingi Bupati Agus Setyawan.

Nadia Muna bukan sosok yang sejak awal berkarier di dunia pemerintahan. Sebelum terjun ke politik, ia dikenal sebagai dokter gigi. Latar belakang tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya hingga akhirnya memasuki dunia politik dan pemerintahan daerah.

Berdasarkan profil resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung, Nadia Muna lahir pada 19 April 1992 dan berasal dari Parakan, Temanggung. Ia menempuh pendidikan kedokteran gigi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Perjalanan Nadia juga tidak lepas dari lingkungan pesantren. Dalam kisah yang dipublikasikan UMY, Nadia menyebut pengalaman di pesantren membentuk sejumlah nilai yang kemudian ia bawa dalam perjalanan hidupnya, seperti kedisiplinan, kerja keras dan sikap tawakal.

Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran gigi, Nadia menjalani profesinya sebagai dokter gigi sebelum kemudian mengambil langkah lebih jauh dengan memasuki dunia politik.

Karier politik Nadia mulai mendapat perhatian ketika dirinya terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Temanggung periode 2024–2029. Namun, perjalanan tersebut tidak berlangsung lama karena Nadia kemudian maju dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Temanggung 2024 sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan Agus Setyawan. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Temanggung mencatat pasangan tersebut sebagai salah satu peserta Pilkada Temanggung 2024.

Langkah tersebut sekaligus membuat Nadia mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang maju dalam kontestasi Pilkada Temanggung. UMY menyebut perjalanan Nadia dari seorang santri, dokter gigi hingga menjadi wakil kepala daerah sebagai bagian dari kiprah alumninya di ruang publik.

Nadia kemudian resmi menjabat sebagai Wakil Bupati Temanggung setelah dilantik pada 20 Februari 2025. Dalam pemerintahan daerah, ia mendampingi Agus Setyawan untuk menjalankan roda pemerintahan Kabupaten Temanggung selama periode 2025–2030.

Latar belakang sebagai tenaga kesehatan turut memengaruhi cara Nadia memandang pelayanan publik. Dalam wawancara dengan UMY, ia mengibaratkan pekerjaan di bidang kedokteran dengan pemerintahan: seorang dokter perlu mendengarkan keluhan pasien sebelum menentukan tindakan, sementara pemimpin juga perlu mendengarkan masyarakat sebelum mengambil keputusan.

Bagi Nadia, politik tidak semata-mata berkaitan dengan kekuasaan. Ia memandang posisi yang diperolehnya sebagai ruang untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Nilai-nilai yang diperoleh dari keluarga, pendidikan dan lingkungan pesantren menjadi bagian dari prinsip yang ingin ia bawa dalam menjalankan tugas sebagai pejabat publik.

Sebagai Wakil Bupati Temanggung, Nadia kini menghadapi ruang pengabdian yang lebih luas. Pengalaman sebagai dokter gigi, perjalanan sebagai anggota legislatif, hingga keterlibatannya dalam Pilkada menjadi rangkaian perjalanan yang membentuk profilnya sebagai salah satu perempuan muda dalam pemerintahan daerah.

Di tengah tanggung jawab tersebut, Nadia menyampaikan harapan agar Temanggung dapat berkembang secara ekonomi tanpa kehilangan identitas dan kearifan lokalnya. Ia juga mendorong generasi muda agar berani memiliki cita-cita dan mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.

Perjalanan drg. Nadia Muna menunjukkan bahwa karier di ruang publik dapat datang dari berbagai latar belakang. Dari dunia kesehatan, ia kemudian memasuki legislatif dan akhirnya dipercaya menduduki posisi Wakil Bupati Temanggung.

Kini, kiprah Nadia berada pada babak baru: menjalankan mandat pemerintahan bersama Bupati Agus Setyawan sekaligus membawa pengalaman dan perspektifnya sebagai dokter gigi ke dalam pelayanan publik di Kabupaten Temanggung.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version