Surakarta, Teropongjateng.id – Perjalanan Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A. tidak dibangun dalam satu ruang. Sebelum dikenal sebagai Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid lebih dahulu melewati berbagai fase kehidupan, mulai dari aktivis kampus, akademisi, pengusaha, hingga memimpin perguruan tinggi.

Lahir pada 9 November 1986, Astrid kini menjadi Wakil Wali Kota Surakarta untuk periode 2025–2030. Ia dilantik bersama Wali Kota Surakarta Respati Ardianto pada 20 Februari 2025. Di tengah perjalanan tersebut, Astrid juga tercatat sebagai Rektor Universitas Surakarta periode 2023–2027.

Jejak kepemimpinan Astrid sudah terlihat ketika dirinya masih menjadi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip).

Astrid aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan pernah dipercaya menjadi Ketua UKM Wadah Musik Sastra (WMS). Ia bahkan tercatat sebagai perempuan pertama yang memimpin organisasi tersebut.

Pengalaman berorganisasi di kampus menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Astrid. Menurut FIB Undip, pengalaman tersebut turut membentuk perjalanan dan karakter kepemimpinannya sebelum kemudian memasuki dunia akademik dan pemerintahan.

Selain aktivitas organisasi, Astrid juga pernah meraih Juara 1 Denok Semarang dan melanjutkan pengalaman di ajang Duta Wisata Jawa Tengah. Ia juga sempat mendapat dukungan untuk mengikuti Puteri Indonesia, tetapi kemudian memilih kembali ke Solo untuk melanjutkan perjalanan kariernya.

Menariknya, latar pendidikan Astrid tidak hanya berada dalam satu bidang.

Ia memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Surakarta pada 2007. Dua tahun kemudian, Astrid menyelesaikan pendidikan Sarjana Sastra di Universitas Diponegoro.

Pendidikan kemudian dilanjutkan ke jenjang pascasarjana di Universitas Gadjah Mada hingga memperoleh gelar Master of Business Administration (M.B.A.). Profil alumni Undip juga mencatat Astrid memiliki gelar doktor di bidang Transformasi Bisnis, Bisnis Berkelanjutan, dan Kewirausahaan dari Business School Lausanne, Swiss.

Lintasan pendidikan tersebut mempertemukan dua dunia yang berbeda, yakni humaniora dan bisnis. Bekal itu kemudian menjadi bagian dari perjalanan Astrid ketika menekuni dunia akademik sekaligus kewirausahaan.

Karier Astrid di dunia pendidikan tinggi berkembang cukup panjang. FIB Undip mencatat bahwa pada usia 24 tahun, Astrid telah menyelesaikan studi S2 dan kemudian memimpin akademi pariwisata selama 12 tahun.

Pada usia 36 tahun, ia dipercaya menjadi Rektor Universitas Surakarta. Jabatan tersebut kemudian dijalani untuk periode 2023–2027.

Pengalaman sebagai akademisi membuat aktivitas Astrid tidak hanya berkutat pada ruang kelas. Ia juga terlibat dalam isu kewirausahaan dan pengembangan UMKM.

Salah satunya melalui Jawara UMKM yang didirikannya. Program tersebut diarahkan untuk membantu pengembangan UMKM di Kota Solo melalui pelatihan inkubasi bisnis serta pendampingan pemasaran. Pendampingan juga mencakup aspek produksi dan akses permodalan.

Babak baru perjalanan Astrid dimulai ketika ia maju dalam Pilkada Kota Surakarta 2024 sebagai calon Wakil Wali Kota mendampingi Respati Ardianto.

Pasangan tersebut kemudian ditetapkan sebagai pasangan terpilih dan Astrid resmi menjalankan tugas sebagai Wakil Wali Kota Surakarta periode 2025–2030.

Memasuki pemerintahan, pengalaman Astrid di bidang pendidikan dan UMKM tetap terlihat dalam sejumlah aktivitasnya.

Pada April 2025, misalnya, Astrid melakukan kunjungan ke Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Surakarta. Dalam kegiatan tersebut, ia berdialog dengan pendamping dan pelaku UMKM serta meninjau layanan yang diberikan kepada pelaku usaha.

Setahun kemudian, pada April 2026, Astrid juga menerima kunjungan Wakil Bupati Lombok Barat untuk membahas peluang kolaborasi pengembangan UMKM antarwilayah. Pembahasan tersebut mencakup potensi produk lokal dan perluasan akses pasar.

Sebagai Wakil Wali Kota, Astrid juga terlibat dalam agenda yang berkaitan dengan peningkatan kualitas aparatur dan pelayanan publik.

Pada April 2026, ia memberikan pengarahan kepada peserta Latihan Dasar CPNS Pemerintah Kota Surakarta. Dalam kesempatan tersebut, Astrid menekankan pentingnya aparatur yang adaptif, mampu berkolaborasi, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Aktivitasnya juga menyentuh pelayanan berbasis masyarakat. Pada Oktober 2025, Astrid meninjau Posyandu Plus di Tegalharjo yang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga mencakup pendidikan, sosial, serta ruang bagi masyarakat menyampaikan aspirasi.

Dari perjalanan tersebut, profil Astrid Widayani memperlihatkan lintasan yang cukup beragam. Ia pernah berada di lingkungan organisasi mahasiswa, menekuni dunia akademik, mengembangkan kewirausahaan dan UMKM, memimpin perguruan tinggi, hingga akhirnya masuk ke pemerintahan daerah.

Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perannya dalam mendampingi jalannya pemerintahan Kota Surakarta. Perjalanan Astrid menunjukkan bagaimana pendidikan, pengalaman organisasi, dunia usaha, dan kepemimpinan akademik dapat menjadi bagian dari perjalanan seseorang sebelum akhirnya terjun langsung ke ruang pelayanan publik.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version