BANJARNEGARA, TeropongJateng.id – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berdampak terhadap 18.172 jiwa. Hingga Sabtu (8/8/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara telah mendistribusikan 3.198.600 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap ke wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air selama musim kemarau. Total distribusi mencapai 742 ritase dan menyasar 5.466 keluarga.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara Aji Piluroso mengatakan penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi kekeringan di masing-masing wilayah.

“Penyaluran terus kami lakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah yang terdampak kekeringan,” kata Aji di Banjarnegara, Minggu (9/8/2026).

Menjangkau 27 desa dan kelurahan

Berdasarkan rekapitulasi BPBD hingga 8 Agustus, bantuan air bersih yang bersumber dari APBD Kabupaten Banjarnegara telah menjangkau 27 wilayah yang terdiri atas 21 desa dan enam kelurahan di 10 kecamatan.

Pada hari yang sama, BPBD kembali mengirimkan pasokan air ke sejumlah daerah terdampak. Distribusi dilakukan ke Desa Somawangi dan Jalatunda di Kecamatan Mandiraja, Desa Karangjambe di Kecamatan Wanadadi, serta Desa Rakitan di Kecamatan Madukara.

Bantuan juga dikirim ke Kelurahan Sokanandi dan Kuta Banjarnegara di Kecamatan Banjarnegara serta Kelurahan Rejasa di Kecamatan Madukara.

Khusus distribusi pada 8 Agustus, BPBD menyalurkan 19 ritase dengan total 113.000 liter air bersih.

“Pada pengiriman 8 Agustus kami menyalurkan sebanyak 19 ritase dengan total 113.000 liter air bersih,” ujar Aji.

Libatkan PMI dan pemadam kebakaran

Untuk mempercepat distribusi, BPBD mengerahkan enam armada pengangkut air yang terdiri atas tiga kendaraan tangki dan tiga kendaraan bak terbuka.

Operasi tersebut diperkuat satu kendaraan tangki milik PMI Banjarnegara serta dua kendaraan pemadam kebakaran. Kolaborasi sejumlah armada dilakukan agar pengiriman air dapat menjangkau masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh sumber air.

BPBD Banjarnegara juga terus memantau perkembangan kondisi kekeringan untuk menentukan wilayah yang menjadi prioritas distribusi.

Aji memastikan bantuan akan tetap disalurkan selama kebutuhan masyarakat terhadap air bersih masih berlangsung.

“Penyaluran akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan bantuan air bersih,” katanya.

Distribusi air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memenuhi kebutuhan dasar warga di tengah berkurangnya ketersediaan sumber air akibat musim kemarau.

Dengan 18.172 jiwa terdampak hingga 8 Agustus, pemerintah daerah masih harus memastikan distribusi berlangsung tepat sasaran, terutama di wilayah yang sumber airnya semakin terbatas.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version