Tegal, TeropongJateng.id – Manajemen 101 Biliard and Cafe, Kota Tegal, memberikan klarifikasi terkait razia Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dilakukan pada Kamis, 13 Agustus 2026 dini hari. Dalam pemeriksaan tersebut, sembilan orang dinyatakan positif berdasarkan hasil tes urine.

Klarifikasi disampaikan dalam konferensi pers pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kuasa Hukum 101 Biliard and Cafe, Yuniar Agil Syahrizal, hadir bersama General Manager 101 Biliard and Cafe, Steve Matulessy.

Agil mengatakan pemeriksaan dilakukan oleh BNN Kota Tegal bersama BNN Provinsi Jawa Tengah. Menurut dia, kedatangan petugas merupakan bagian dari pengembangan pengungkapan kasus narkotika di lokasi lain.

Pihak manajemen, kata Agil, bersikap kooperatif sejak petugas datang. Tim BNN juga memberikan penyuluhan mengenai program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), sebelum pemeriksaan urine dilakukan.

“Pihak kami sangat kooperatif saat tim BNN datang ke 101 KTV untuk melakukan penyuluhan P4GN yang dilanjutkan dengan tes urine,” kata Agil.

Sekitar 42 karyawan dan talent mengikuti rangkaian pemeriksaan tersebut. Dari jumlah itu, sembilan orang dinyatakan positif. Mereka terdiri atas satu laki-laki dan delapan perempuan.

Agil menjelaskan, dua dari sembilan orang tersebut merupakan supervisor talent. Sementara tujuh lainnya merupakan talent freelance.

Meski terdapat hasil tes urine positif, manajemen menegaskan tidak ditemukan barang bukti narkotika di lokasi 101 Biliard and Cafe saat pemeriksaan berlangsung.

“Yang perlu kami tegaskan bahwa tidak ada ditemukan barang bukti sabu maupun ekstasi di tempat kami,” ujar Agil.

Ia mengatakan barang bukti berupa sabu, ekstasi, serta bong atau alat hisap yang berkaitan dengan pengungkapan sebelumnya ditemukan di tempat kos. Karena itu, manajemen meminta informasi mengenai hasil pemeriksaan tidak disamakan dengan adanya temuan barang bukti narkotika di tempat usaha mereka.

Manajemen menyatakan menghormati proses pemeriksaan yang dilakukan BNN terhadap sembilan orang tersebut. Mereka juga menyatakan mendukung apabila terdapat langkah rehabilitasi sesuai hasil asesmen dan ketentuan yang berlaku.

“Kami mendukung penuh program rehabilitasi medis maupun sosial dari pihak BNN,” kata Agil.

Steve mengatakan pihaknya siap memperkuat koordinasi dengan BNN untuk mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan kerja.

“Kami bahkan minggu depan sebenarnya akan menjalin koordinasi dengan BNN untuk pencegahan peredaran narkoba di lingkungan kami sendiri,” ujar Steve.

Menurut Steve, langkah pencegahan akan diarahkan pada pengawasan serta edukasi bagi karyawan dan talent.

Hingga berita ini diturunkan, BNN belum merilis secara resmi jenis zat yang terdeteksi dari sembilan orang tersebut. Status hukum dan tindak lanjut terhadap mereka juga masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version