JAKARTA, Teropongjateng.id – Perjalanan Purbaya Yudhi Sadewa menuju kursi Menteri Keuangan tidak terjadi dalam semalam. Berangkat dari latar belakang teknik, ia kemudian menekuni ilmu ekonomi hingga terlibat dalam berbagai posisi strategis di pemerintahan dan sektor keuangan. Pengalaman panjang itu mengantarkannya menjadi salah satu teknokrat yang pernah berada di pusat pengambilan keputusan ekonomi Indonesia.
Purbaya menempuh pendidikan sarjana Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Purdue University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Science serta doktor di bidang ekonomi. Latar belakang tersebut membentuk kombinasi keahlian teknik dan ekonomi yang menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya.
Sebelum memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya telah mengisi sejumlah jabatan di pemerintahan. Ia pernah menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Sebelumnya, ia juga dipercaya sebagai staf khusus bidang ekonomi di kementerian koordinator serta pernah menduduki posisi di lingkungan Kantor Staf Presiden.
Pada September 2020, Purbaya memasuki fase penting dalam kariernya setelah dilantik sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS. Penunjukan tersebut memberinya tanggung jawab besar dalam lembaga yang memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan dan stabilitas keuangan.
Lima tahun kemudian, namanya kembali menjadi sorotan. Presiden Prabowo Subianto menunjuk Purbaya sebagai Menteri Keuangan pada September 2025. Ia menggantikan Sri Mulyani Indrawati dan mulai menjalankan tugasnya setelah prosesi serah terima jabatan di Kementerian Keuangan pada 9 September 2025. Fiskal Kemenkeu
Sebagai Menteri Keuangan, Purbaya membawa pendekatan yang menempatkan APBN bukan hanya sebagai instrumen pengelolaan keuangan negara, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Salah satu gagasannya adalah mendorong belanja pemerintah agar tidak berhenti sebagai angka dalam anggaran, melainkan benar-benar memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi.
Pendekatan tersebut terlihat dari kebijakannya yang mendorong pemantauan lebih aktif terhadap realisasi anggaran kementerian dan lembaga. Konsep yang kemudian dikenal sebagai “patroli anggaran” diarahkan untuk memastikan anggaran yang tersedia segera digunakan untuk program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kemenkeu
Pada 2026, Purbaya juga menegaskan pentingnya APBN sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, anggaran negara tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga mendukung pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan daya saing Indonesia menuju 2045.
Namun, perjalanan Purbaya di kursi Menteri Keuangan berlangsung relatif singkat. Pada 14 September 2026, Presiden Prabowo menunjuk Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru, menggantikan Purbaya. Pergantian itu terjadi di tengah sorotan terhadap arah kebijakan fiskal dan kekhawatiran investor terhadap kredibilitas pengelolaan keuangan negara.
Purbaya kemudian mengaku kecewa atas keputusan tersebut, meski mengatakan dirinya telah memperkirakan kemungkinan pergantian itu.
Berakhirnya masa jabatan tersebut tidak menghapus panjangnya rekam jejak Purbaya. Dari bangku teknik di ITB, pendidikan ekonomi di Amerika Serikat, pemerintahan, LPS, hingga Kementerian Keuangan, perjalanan Purbaya Yudhi Sadewa memperlihatkan karier seorang teknokrat yang terus berada dekat dengan denyut kebijakan ekonomi Indonesia.
